Minggu, 01 September 2024

RESUME JURNAL KONTAMINASI Staphylococcus aureus DAN Bacillus cereus PADA SUSHI DI TINGKAT RITEL DI WILAYAH JABODETABEK

 

RESUME JURNAL KONTAMINASI Staphylococcus aureus DAN Bacillus cereus PADA SUSHI DI TINGKAT RITEL DI WILAYAH JABODETABEK

 

Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi Staphylococcus aureus (S. aureus) dalam sampel susyi adalah 7,5% (9 dari 120 sampel). Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan prevalensi yang dilaporkan di negara lain, seperti Korea (54,6%), Malaysia (21,5%), Turki (16,7%), dan Thailand (40%). Identifikasi S. aureus dilakukan menggunakan gen nuc yang spesifik untuk enzim thermonuclease, yang umum dipakai dalam metode PCR untuk mendeteksi S. aureus di berbagai sampel, termasuk pangan.

 

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa frekuensi kontaminasi S. aureus lebih tinggi pada jenis susyi maki (9,5%) dibandingkan nigiri (5,3%). Kontaminasi juga ditemukan lebih tinggi pada susyi yang menggunakan ikan salmon (9,3%) dibandingkan ikan tuna (4,4%). Kontaminasi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kontaminasi silang antar bahan, proses preparasi, dan sanitasi lingkungan.

 

Tingkat kontaminasi S. aureus dalam sampel bervariasi dari 8,9x10² hingga 1,5x10⁵ koloni/g, dengan tingkat kontaminasi tertinggi pada maki salmon. Di Indonesia, persyaratan untuk jumlah S. aureus dalam pangan siap konsumsi belum spesifik, namun di beberapa negara lain seperti China, Australia, dan Selandia Baru, batas aman ditetapkan pada 10⁴ koloni/g. S. aureus dapat memproduksi enterotoksin yang stabil dan berpotensi menyebabkan keracunan pangan jika jumlahnya melebihi 10⁵ koloni/g.

 

Kasus-kasus keracunan pangan akibat S. aureus, terutama yang disebabkan oleh enterotoksin seperti SEA, telah dilaporkan di beberapa negara. Penelitian menunjukkan bahwa ada kemungkinan kontaminasi dalam sushi dengan tingkat kontaminasi di atas 10⁵ koloni/g dapat memproduksi toksin. Oleh karena itu, kontaminasi S. aureus dalam sushi yang dijual di ritel berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen, terutama jika tidak diatur atau diawasi dengan baik.

 

RESUME JURNAL KONTAMINASI Staphylococcus aureus DAN Bacillus cereus PADA SUSHI DI TINGKAT RITEL DI WILAYAH JABODETABEK

  RESUME JURNAL KONTAMINASI Staphylococcus aureus DAN Bacillus cereus PADA SUSHI DI TINGKAT RITEL DI WILAYAH JABODETABEK   Penelitian ...